Pada dunia pendidikan terutama kampus, merupakan lingkungan yang khas dimana mahasiswa memperoleh pengetahuan yang khas pula. Ketika seseorang menjadi mahasiswa, itu artinya dia mengemban dua tanggung jawab sekaligus, yaitu tanggung jawab intelektual dan tanggung jawab moral.
Softskill merupakan istilah sosiologis yang berkaitan dengan EQ (Emotional Quotien) seseorang. Dimana EQ ini terdiri dari sifat kepribadian, keterampilan sosial, komunikasi, bahasa, kebiasaan pribadi, keramahan, dan optimisme yang menjadi ciri hubungan dengan orang lain. Istilah sederhananya, kemampuan untuk berinteraksi dengan sesama manusia. Sebagai mahasiswa, softskill sangat diperlukan terutama di dunia kerja. Banyak universitas yang mengabaikan softskill sebagai mata kuliah tambahan dan hanya mengutamakan IPK yang tinggi dengan harapan setelah lulus mahasiswanya cepat mendapak pekerjaan. Namun seperti dilansir Kompas 19 Februari 2010 yang lalu, dikatakan bahwa 2 juta diploma dan sarjana menganggur(terlampir), hal ini disebabkan karena sebagian lulusan perguruan tinggi tidak memiliki softskill. Menurut Arthur W. Chickering, perlu digunakan pendekatan dan konsep pembinaan mahasiswa yang disebut 7 vectors of Development (SvoD), yaitu :
1. Developing Competence
2. Managing Emotions
3. Moving Through Autonomy Toward Interpedence
4. Developing Mature Interpersonal Relationship
5. Establishing Identity
6. Developing Purpose
7. Developing Integrity
Dapat disimpulkan bahwa 7 tahapan tersebut dibutuhkan oleh universitas untuk mencetak lulusan yang tidak hanya memiliki IPK tinggi tetapi juga bermodalkan softskill yang baik untuk menjawab kebutuhan SDM yang profesional.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar