Miscommunication atau yang biasa kita sebut kesalah pahaman dalam menerima informasi dari informan adalah kesalahpengertian karena faktor jasmaniah (gangguan sematik) atau juga dapat karena faktor penilaian akal (denotatif) yang tidak sama antara komunikator dengan komunikannya. Tidak semua orang memiliki daya nalar yang sama bila menerima informasi yang sama, misalnya ada pengumuman tentang tugas kuliah atau pekerjaan yang seharusnya dikerjakan dengan cara a tetapi kita malah mengerjakan dengan cara b. Ada pula yang menanyakan berulang-ulang pada temannya tentang tugas yang dimaksud, tetapi setiap teman yang ditanya memberikan informasi yang berbeda-beda hingga akhirnya ia jadi bingung sendiri. Ada contoh lagi, dalam suatu perusahaan terkadang miscommunication terjadi, dimana general manager memberikan pengumuman kepada supervisor-supervisornya untuk selanjutnya disampaikan ke staff-stafnya namun informasinya terpotong-potong atau tidak utuh karena sebagian orang menganggap informasi yang disampaikan dari mulut ke mulut adalah hal mudah, tapi ternyata sangat vital. Inilah mengapa komunikasi sangat penting dalam keseharian kita. Dan kita juga tidak boleh menganggap sepele untuk menyampaikan informasi yang kita dapat untuk kemudian disampaikan lagi kepada orang lain. Mungkin ada baiknya jika kita mencatat informasi dengan detil agar tidak terjadi miscommunication. Walaupun ini jarang terjadi, tidak ada salahnya kan kita waspada?.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar